Ada satu titik yang dilewati hampir setiap pengusaha. Titik ketika usaha sudah jalan, karyawan sudah ada, omzet sudah lumayan — tapi Anda merasa sendirian.
Anda tidak bisa cerita ke karyawan, karena mereka butuh melihat Anda kuat. Tidak bisa cerita ke keluarga, karena mereka akan khawatir. Tidak bisa cerita ke sesama pedagang di pasar, karena besok mereka jadi pesaing.
Maka Anda simpan sendiri. Pusing cash flow disimpan sendiri. Kecewa ditinggal orang kepercayaan disimpan sendiri. Bingung mau naik kelas tapi tidak tahu caranya — juga disimpan sendiri.
JuraganBandung lahir dari kesadaran itu. Bahwa yang paling dibutuhkan pengusaha bukan sekadar modal atau pelanggan baru. Yang paling dibutuhkan adalah teman seperjalanan yang paham — yang pernah berdiri di titik yang sama, dan tidak akan menertawakan pertanyaan Anda.
Bukan tempat berkumpul. Tempat bertumbuh.
Di Bandung ada banyak komunitas. Sebagian berhenti di kopi darat: ngobrol, foto bersama, unggah ke Instagram, lalu bubar sampai bulan depan.
Kami ingin sesuatu yang berbeda.
JuraganBandung dibangun sebagai tempat di mana setiap orang pulang membawa sesuatu. Kadang berupa ilmu. Kadang kenalan yang jadi pemasok. Kadang order pertama dari sesama anggota. Kadang cuma satu kalimat dari orang yang lebih dulu melewati masalah yang sedang Anda hadapi — dan kalimat itu menghemat setahun percobaan yang sia-sia.
Kami tidak memilah anggota berdasarkan besar kecilnya usaha.
Yang baru merintis dari rumah, yang sudah punya ruko dan lima karyawan, yang sudah menembus pasar nasional — semuanya duduk di ruang yang sama. Karena pengusaha yang baru mulai butuh melihat ke atas untuk tahu bahwa jalannya ada. Dan pengusaha yang sudah besar butuh melihat ke bawah untuk mengingat kenapa dulu ia mulai.
Startup, growing, scale up. Tiga fase, satu meja.
Yang kami ajarkan bukan cuma cara cari untung
Banyak pelatihan bisnis mengajarkan cara menambah omzet. Sedikit yang mengajarkan cara menjaga diri Anda tetap utuh saat omzet itu datang.
Di JuraganBandung, kami percaya cara berpikir lebih menentukan daripada teknik. Karena teknik bisa dipelajari dalam sebulan, sementara cara berpikir yang keliru bisa menghancurkan usaha yang dibangun sepuluh tahun.
Kami belajar berpikir seperti pengusaha, bukan seperti karyawan yang kebetulan punya usaha. Belajar membuka kreativitas — melihat peluang di tempat yang orang lain lihat sebagai masalah. Belajar melepas dan mempercayakan, karena usaha yang seluruhnya bergantung pada satu orang bukanlah usaha, melainkan pekerjaan yang melelahkan.
Dan di atas semua itu, kami menempatkan nilai.
Bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, dan tugas kita hanya menjemputnya dengan cara yang benar. Bahwa berdagang itu ibadah kalau timbangannya jujur. Bahwa memberi tidak mengurangi, justru melapangkan.
Kami tidak sedang mengejar kaya. Kami sedang mengejar sejahtera — dan dua hal itu tidak sama. Kaya diukur dari angka di rekening. Sejahtera diukur dari apakah usaha Anda memberi hidup pada keluarga, karyawan, dan lingkungan sekitar, sambil Anda tetap sempat hadir di rumah dan tetap tenang saat sujud.
Banyak orang mencapai yang pertama tanpa pernah menyentuh yang kedua. Kami tidak mau begitu.
Tentang yang mengawali
H. Deden Kurniadin bukan pembicara motivasi yang meminjam kisah orang lain.
Lebih dari dua puluh tahun ia menjalankan usaha — dan bukan satu, melainkan beberapa, di bidang yang berbeda-beda. Ada yang bergerak di produksi, ada yang di jasa, ada yang di kesehatan, ada yang berbasis teknologi. Sebagian tumbuh sampai puluhan karyawan. Sebagian gagal dan ditutup.
Dua puluh tahun itu bukan dua puluh tahun mulus. Di dalamnya ada masa gaji karyawan lebih dulu dibayar daripada kebutuhan sendiri. Ada mitra yang pergi membawa luka. Ada produk yang diyakini akan meledak, ternyata tidak dilirik pasar. Dan ada juga masa ketika semuanya akhirnya berjalan — bukan karena keberuntungan, tapi karena ia bertahan cukup lama untuk belajar.
Pengalaman itulah yang ia bawa ke komunitas ini. Bukan teori dari buku, tapi hasil dari terjatuh, bangun, dan mencatat pelajarannya.
Detail perjalanan usaha beliau bisa Anda telusuri di halaman profil.
Sekarang giliran Anda
Usaha Anda tidak akan tumbuh dari membaca halaman ini. Tapi mungkin, dari orang yang Anda temui setelah menutupnya.
Ada kursi kosong di ruang ini, dan ada nama Anda di atasnya.
Bergabunglah. Mari naik kelas bareng-bareng.
